Tampilkan postingan dengan label AutoCAD Tips - Tricks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AutoCAD Tips - Tricks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2009

Plot/Print file AutoCAD (Layout Concept)

LANGKAH UNTUK MENCETAK :
  1. Gambar selesai (95% drawing finish), masih dimodifikasi di sana-sini

  2. Pindah ke Tab LAYOUT (baca juga tentang : MODEL & LAYOUT concept on AutoCAD)
  • Secara default akan muncul dialog page setup *)


  • Secara Default AutoCAD memberikan default viewport – Hapuslah viewport ini karena kita belum melakukan memilih jenis Printer/Plotter dan ukuran kertas *)

*) opsi ini bisa ditiadakan. Caranya : Pilih menu TOOLS > OPTIONS, TAB DISPLAY

  1. Page Setup, dapat dipanggil dari MENU atau KLIK KANAN pada TAB Layout Plot Device (setting Printer/Plotter)
  • Plot Style : Monochrome
  • Color (ACAD) : berwarna
  • Monochrome = Black & white *)
  • Grayscale
  • Screening xx% (intensitas penekanan pen/jarum plotter) : xx% makin besar, maka hasil cetak semakin tipis

    *) Biasanya gambar kerja dicetak pada kertas kalkir dan kemudian diperbanyak dengan cetak biru (blueprint). Untuk kasus ini modus pencetakan yang paling tepat adalah monochrome, karena blueprint hanya menghasilkan 1 warna, yaitu biru
  • Resolution : Normal
    • Draft : untuk pencetakan cepat/checkprint, hasilnya kurang maksimal
    • Normal : untuk pencetakan kualitas sedang *)
    • Presentation & maksimum : untuk pencetakan dengan kualitas terbaik namun dibutuhkan waktu yang lebih lama dan konsumsi tinta yang lebih banyak
    • Custom
  1. Layout Settings (setting Kertas)
  • Paper size : ISO*) A0, A1, A2, A3, A4, dst

    ISO : International standard
    JIS : Standar Jepang
    ASTM : Standar Amerika
    DIN : Standar Jerman

  • Unit : metric*) atau imperial

    *) Untuk Indonesia umumnya menggunakan metric (meter, centimeter, millimeter) dibanding imperial (inch, Feet, yard, mile)

  • Plot area : Layout
    • Layout : menyesuaikan hasil cetak dgn layout *)
    • Extents : menyesuaikan hasil cetak dgn seluruh gambar di Tab MODEL (zoom-extents)
    • Display : menyesuaikan hasil cetak dgn gambar yang sedang tampil di Tab MODEL
    • Window: menyesuaikan hasil cetak dgn daerah tertentu, dengan menentukan area/window.

    *) disarankan memilih opsi Layout, agar apa yang dilihat di LAYOUT sama dengan yang dicetak WYSIWYG (What You See Is What You Get)


  • Scale : 1 : 1
    • Scale to fit – mengabaikan skala, seluruh gambar tercetak
    • Scale *)

    *) disarankan memilih skala 1 : 1, agar apa yang tampak pada LAYOUT sama dengan hasil yang akan dicetak WYSIWYG (What You See Is What You Get)

  • Orientation : portrait (tegak-lebar kertas), landscape (rebah-panjang kertas)
  1. PERHATIKAN!

  • Area Kertas (daerah yang berwarna putih)
  • Batas Margin (garis putus-putus)
  • Jika anda ingin mencetak gambar pastikan seluruh gambar berada di dalam margin. Bagain yang berada diluar margin tidak akan tercetak.
  • Sebelum memasukkan gambar, biasanya kita meletakkan Kop Gambar, atau dalam AutoCAD dikenal dengan Template.

  1. Sisipkan Template/KOP Gambar jika dibutuhkan (baca juga tentang : Template/Kop Gambar), dengan perintah INSERT> BLOCK


  • Posisiskan dan skalakan template sehingga masuk dalam margin kertas (catatan : Kop/template tidak penting berskala).


  1. Letakkan VIEWPORT (baca tentang : Multi view with VIEWPORT)
  • Menu INSERT>VIEWPORTS>1 VIEWPORTS [jika hanya diperlukan 1 viewport]


  1. Atur posisi gambar (perhatikan statusbar paling kanan bawah tombol toggle MODEL-PAPER)

MODEL : mengakses gambar (zoom, scale, pan, erase, dll)
PAPER : mengakses kertas (pada mode ini, gambar tidak dapat diakses)

  1. Atur skala gambar
  • Switch ke MODEL
  • Perintahkan ZOOM
  • Masukkan skala zoom : (misal : 0.1xp)
    • 0.1 : faktor skala
    • xp : kode Autocad yang artinya faktor skala dikali paper unit. Ingat kertas selalu dalam unit Millimeter (jika Units yang digunakan Metric dan bukan Imperial)

Command : Zoom [enter]
Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or
[All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window/Object] (real time): 01xp [enter]

  • lihat tabel di bawah ini :
    Contoh : Jika gambar anda dalam unit cm, anda menginginkan skala cetak 1 : 100, maka Zoom factor-nya adalah 0.1xp



  • Ingat! Jangan lupa kembali ke Paper mode setelah melakukan 'Zoom-Skala' agar setting skala anda tidak berubah lagi.
  1. Cheeck skala gambar
    Salah satu kelebihan mencetak dengan Konsep Layout adalah Kita dapat melakukan check skala, apakah skala hasil cetak sudah sesuai dengan yang diinginkan?
    Perhatikan Dimensi gambar di bawah ini, Ada dimensi gambar dan dimensi cetak.
    Nilai dimensi cetak berkelipatan terhadap dimensi gambar bukan?













Dimensi Gambar
Dimensi cetak
3000 cm
300 mm
30000 mm
300 mm
100
1
artinya, gambar cetak berskala 1 : 100



  1. Atur ketebalan pena
  • Konsistenkan garis-garis gambar terhadap layer ( contoh : garis dinding di layer dinding, garis kolom di layer kolom, dst… ), maka anda akan dengan mudah mengatur ketebalan garis pena.
  • Switch status LWT (lineweight) on, agar ketebalan pena diaktifkan.
  • Munculkan dialog Layer, dengan command : LAYER [enter]
    Pada kolom lineweight, anda bias mengatur ketebalan pena yang diinginkan




  1. Mengisi Field Template
    Template adalah sebuah Block Attribute (baca juga tentang Attribute Block), sehingga didalamnya terdapat field-field yang dapat diisi sesuai dengan informasi proyek dan gambar yang ada (Nama Proyek, Nama Gambar, Nama Drafter, Tanggal, Penanggung Jawab, dll)
    Untuk mengisikan Field-field tersebut dapat dilakukan dengan perintah Attribute Edit

command : ATE [enter]
ATTEDIT
Select block reference: [klik template]


  1. Print preview – Print
    • Untuk mengecek hasil yang akan dicetak, coba lakukan Print Preview. Anda bias lihat apakah hasil preview tersebut sudah sesuai dengan hasil cetak yang diinginkan? Jika ada, anda bias kembali ke langkah-langkah sebelumnya.

    • Apabila sudah OK, maka anda siapkan Printer/Plotter, termasuk jenis dan ukuran kertas.
    • Gambar siap dicetak. Klik toolbar Plot (bergambar printer) atau klik menu File > Plot, lalu klik tombol OK

    Ok, falks … selamat mencoba …

    (c) 2009 - Yoga DC - NurulFikri Computer


Rabu, 20 Mei 2009

RPC pengganti Command LANDSCAPE

Jika anda menggunakan AutoCAD release 2007 ke atas, ada perubahan
signifikan, dimana menu LANDSCAPE sudah ditiadakan.
[Menu Landscape di AutoCAD hingga release 2006]

[Tidak ada Menu Landscape dalam AutoCAD hingga release 2007 keatas]

LANDSCAPE, adalah fasilitas yang disediakan AutoCAD untuk membuat Modeling 3D
anda terlihat lebih realistis. Misalnya Model rumah 3D, dengan tambahan object
Mobil, Orang, tanaman, signage, dll

[foto rendering dengan landscape]

Menu/command ini ditiadakan karena konsep LANDSCAPE di AutoCAD release terdahulu berbeda dengan konsep aplikasi 3D modeling lainnya (3D Studio, Max, Lightwave, dll) padahal arah perubahan versi AutoCAD bisa diperhatikan mendekati atau mirip dengan 3D Studio Max. Maka tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti konsep 3D aplikasi yang ada yaitu dengan menggunakan object 3 Dimensi utuh atau menggunakan object RPC (www.archvision.com).


[Perbandingan 3D Object & RPC]

Apa itu RPC? RPC = Rich Photorealistic Content, adalah product yang di
keluarkan oleh Archvision, yaitu konsep library object 3Dimensi (dan 2 Dimensi),
tetapi memiliki performance kecepatan yang sangat jauh berbeda dibandingkan
dengan object 3D umumnya, yang menghabiskan waktu untuk modeling &
rendering. Untuk dapat menggunakan RPC, anda harus :

  1. Menginstall ACM (Archvision Content Manager), yaitu server yang aktif di OS(windows) untuk me-manage object RPC yang akan digunakan oleh aplikasi-aplikasi 3D & 2D (Photoshop, AutoCAD, 3D Studio Max, 3D Studio Viz, dll). Server ini aktif ditandai dengan munculnya trayicon ACM di taskbar

  2. Menginstall RPC-plugin untuk AutoCAD. Anda bisa mendownloadnya di situs Archvision (www.archvision.com).


  3. Memiliki object RPC. anda bisa mencari & membeli di internet atau di toko-toko software yang ada.

Dibawah ini akan dijelaskan tahapan penggunaan object RPC untuk aplikasi AutoCAD.
  1. Gambar Modeling 3D selesai termasuk lighting (tinggal memasukkan
    landscape)


  2. Masukkan Object RPC ke dalam gambar dengan Toolbar RPC-plugin


  3. Preview render


  4. Modifikasi ukuran object RPC apabila belum sesuai keinginan, dengan
    perintah Move, Rotate, dan scale
  5. Preview render dan final render

Ok guys, selamat mencoba!

(c) 2009 Nurul Fikri Computer

Menggambar Atap 3 Dimensi

Atap tipe Pelana (lihat animasi gambar dibawah ini)
konsep penggambarannya adalah :
  1. buatlah bentuk dasar dari atap pelana, anggaplah memiliki ketebalan tertentu, termasuk genteng nok pada puncaknya.
  2. gunakan region/pedit untuk menyatukan bentuk dasar ini menjadi satu kesatuan
  3. extrude-lah bentuk itu sesuai panjang atap yang dikehendaki. pertimbangkan overlap atap agar airhujan tidak terlalu mengenai dinding

(klik to enlarge this animated gif)

Atap tipe Perisai
(lihat animasi gambar di bawah ini)
konsep penggambarannya adalah :
  1. buatlah tampak denah atap, ingat jurai selalu bersudut 450
  2. secara isometri, bentuklah rangka atap yang memiliki ketinggian pada puncaknya
  3. dengan 3Dpoly, bentuklah segitiga atap pada masing-masing bidang atap yang berbeda
  4. extrude-lah segitiga atap itu sesuai ketebalan yang diinginkan. ingat! arah extrude harus ke dalam
  5. jurai dibentuk dengan membuat lingkaran sejajar kemiringan atap, kemudian di extrude sepanjang 'path' masing-masing jurai
  6. untuk mengakhiri jurai, buatlah sphere pada tiap ujung jurai dan pertemuan jurai
(klik to enlarge this animated gif)

Ok, selamat mencoba!


(c) 2009 - Yoga DC - NurulFikri Computer

Tangga 3D dengan AutoCAD

Ada beberapa jenis tangga yang dikenal, yaitu



  1. Tangga dak beton
  2. Tangga dengan 1 atau 2 balok tumpuan (biasanya kayu / baja)
  3. Tangga melingkar (spiral / helix)
Untuk membuat jenis tangga tersebut secara 3 Dimensi menggunakan AutoCAD, ada tahapan yang agak berbeda.


TANGGA DAK BETON

Langkah penggambarannya adalah : (lihat animasi di bawah ini)
  1. Buatlah denah tangga terlebih dahulu, dengan lebar anak tangga yang direkomondasikan (misalnya : 30 cm x 120 cm). misalnya diperlukan 'landing', juga dengan lebar yang cukup(misalnya 120 cm)
  2. Perhitungkan elevasi akhir lantai atas untuk menentukan berapa ketinggian 'step' anak tangga. Misalnya elevasi atas 400 cm, berarti dibutuhkan 16 step dengan ketinggian 25 cm
  3. Gambar potongan step anak tangga pada sisi denah, termasuk ketebalan pelat beton hingga posisi 'landing'
  4. Gambarkan juga potongan step anak tangga pada sisi denah yang lain dari 'landing' hingga posisi lantai atas.
  5. Bentuklah potongan tangga itu menjadi region atau polyline, sehigga bisa di-extrude selebar 120 cm
  6. Jangan lupa perhitungkan celah tangga (misalnya 20 cm), artinya ukuran 'landing' = 2 x lebar tangga + lebar celah tangga.
  7. Setelah potongan tangga di extrude, langkah selanjutnya adalah membuat railing tangga.
  8. Buatlah tiang railing pada setiap anak tangga dan pada 'landing' secukupnya dengan ukuran yang sama (misalnya : pipa diameter=5cm, tinggi=80cm), yaitu dengan membuat lingkaran r=2.5cm lalu di extrude 80cm. Anda bisa memperbanyak dengan perintah copy
  9. Untuk membuat handrail, diawali dengan membuat 3dpoly mengikuti setiap puncak tiang railing.
  10. Buatlah penampang handrail (misalnya lingkaran r=8cm di ujung 3dpoly tegaklurus arah 3dpoly (anda perlu merubah UCS tegak lurus 3dpoly)
  11. Handrail dibentuk dengan mengextrude penampang handrail mengikuti 'path' 3dpoly
  12. Terakhir, ujung-ujung handrail biasanya diakhiri dengan sphere.



TANGGA DENGAN 1 - 2 BALOK TUMPUAN

Langkah penggambarannya adalah : (lihat animasi di bawah ini)
  1. Buatlah denah tangga terlebih dahulu, dengan lebar anak tangga yang direkomondasikan (misalnya : 30 cm x 120 cm). misalnya diperlukan 'landing', juga dengan lebar yang cukup (misalnya 120 cm)
  2. Perhitungkan elevasi akhir lantai atas untuk menentukan berapa ketinggian 'step' anak tangga. Misalnya elevasi atas 400 cm, berarti dibutuhkan 16 step dengan ketinggian 25 cm
  3. Gambar potongan step anak tangga pada sisi denah, balok-balok tumpuan, dan landing. (anak tangga terpisah dengan balok tumpuan)
  4. Gambarkan juga potongan step anak tangga pada sisi denah yang lain dari 'landing' hingga posisi lantai atas.
  5. Extrude-lah anak-anak tangga sesuai lebar yang diinginkan
  6. Extrude-lah balok=balok tumpuan, dan posisikan pada posisi yang seharusnya.
  7. Extrude-lah landing sesuai ukuran yang ditentukan
  8. Setelah potongan tangga di extrude, langkah selanjutnya adalah membuat railing tangga.
  9. Buatlah tiang railing pada setiap anak tangga dan pada 'landing' secukupnya dengan ukuran yang sama (misalnya : pipa diameter=5cm, tinggi=80cm), yaitu dengan membuat lingkaran r=2.5cm lalu di extrude 80cm. Anda bisa memperbanyak dengan perintah copy
  10. Untuk membuat handrail, diawali dengan membuat 3dpoly mengikuti setiap puncak tiang railing.
  11. Buatlah penampang handrail (misalnya lingkaran r=8cm di ujung 3dpoly tegaklurus arah 3dpoly (anda perlu merubah UCS tegak lurus 3dpoly)
  12. Handrail dibentuk dengan mengextrude penampang handrail mengikuti 'path' 3dpoly
  13. Terakhir, ujung-ujung handrail biasanya diakhiri dengan sphere.



TANGGA SPIRAL

Langkah penggambarannya adalah : (lihat animasi di bawah ini)
  1. Buatlah denah tangga spiral terlebih dahulu, dimulai dengan tiang tangga ditengah (misal r=5cm), dan anak tangga dengan membagi rata lingkaran (misal r=150cm) menjadi 16 anak tangga (gunakan perintah array-polar)
  2. Extrude-lah tiang tangga lebih tinggi dari elevasi lantai atas (misalnya = 500cm)
  3. Bentuklah 1 segmen anak tangga menjadi region / polyline. lalu extrude setebal 5cm
  4. Berbeda dengan tahapan pada jenis tangga yang lain, tiang railing harus sudah digambarkan pada tahap ini, (misalnya : pipa diameter=5cm, tinggi=80cm), yaitu dengan membuat lingkaran r=2.5cm lalu di extrude 80cm.
  5. Array kembali 1 segmen anak tangga dan juga tiang railing tsb menjadi 16 anak tangga
  6. Buatlah 1 garis searah tiang (ke atas) dengan panjang 400cm (elevasi lantai atas)
  7. Bagilah garis tsb menjadi 16 dengan perintah divide.
  8. Set osnap hanya untuk titik 'NODE'
  9. Pindahkan setiap anak tangga dan tiang railing pada ketinggian yang teratur, yaitu setiap kenaikan 25cm (atau berdasarkan titik 'node' yang terdapat pada garis.
  10. Setelah anak tangga dan tiang railing sudah pada posisinya, langkah selanjutnya adalah membuat handrail.
  11. Membuat handrail, diawali dengan membuat 3dpoly mengikuti setiap puncak tiang railing.
  12. Buatlah penampang handrail (misalnya lingkaran r=8cm di ujung 3dpoly tegaklurus arah 3dpoly (anda perlu merubah UCS tegak lurus 3dpoly)
  13. Handrail dibentuk dengan mengextrude penampang handrail mengikuti 'path' 3dpoly
  14. Terakhir, ujung-ujung handrail biasanya diakhiri dengan sphere.



Jangan Menyerah!


(c) 2009 Nurul Fikri Computer

Google Earth & AutoCAD untuk Masterplanning

Anda pasti tahu Google Earth, aplikasi gratis peta Bumi dari Google.


Selain untuk mengetahui lokasi suatu daerah, Google Earth bisa kita manfaatkan untuk mendisain sebuah kawasan, dimana tidak/belum ada data pengukuran yang kita miliki.


Perhatikan langkah dibawah ini :
  1. Buka Aplikasi Google Earth
  2. Cari tahu lokasi, misal : Temangung tilung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia

  3. Anda perlu menanyakan, batas2 wilayahnya ke Pemberi Tugas.
  4. Perhatikan juga 'skala garis' yang tampil. sebaiknya gunakan unit yang familiar dengan anda

  5. Simpanlah peta yang mewakili wilayah pengembangan. Google Earth boleh ditutup.



  6. Jalankan Aplikasi AutoCAD anda
  7. Panggil perintah INSERT > RASTER IMAGE, dan panggillah file peta Google Earth yang telah disimpan, tanpa perubahan skala (skala x=1 :y=1)

  8. Zoom gambar pada posisi garis skala
  9. Buatlah garis mengikuti garis skala

  10. Perhatikan, pada peta tertulis skala pada tengah garis = 290m

  11. Buatlah garis dimulai dari awal skala hingga angka sebenarnya yang tertulis di skala pada peta (290m).

  12. Perbesarlah peta dengan perintah SCALE-REFERENCE, sehingga peta berukuran sesuai dengan skala sebenarnya.

    command : Scale [enter]

    Select objects: 1 found
    Select objects: [enter]

    Specify base point: [click basepoint]

    Specify scale factor or [Copy/Reference] <1.0000>: r
    [r = Reference option]

    Specify reference length <1.0000>: [click first point = base point]

    Specify second point:
    [click second point = end of first length]

    Specify new length or [Points] <1.0000>:
    [click third point = end of final length]


  13. Ikutilah (trace) peta sesuai batas-batas yang tampak pada peta (jalan, sungai, bangunan, danau, dll), gunakan perintah PLINE.

  14. Peta 'kasar' anda telah siap. Anda bisa mencetaknya untuk melanjutkan proses konsep masterplan (idea, bubble diagram, function, zoning, preliminary concept, theming, dll).


Tetap Semangat!
(c) 2009 Nurul Fikri Computer

Make hires JPG format from AutoCAD

Arsitek / Desainer seringkali melakukan kerja bareng antar software aplikasi misalnya :
AutoCAD & Adobe Photoshop, untuk mempercantik tampilan disain denah ataupun hasil render 3D.




Ada perbedaan jenis file yang digunakan oleh AutoCAD dan Photoshop. AutoCAD memiliki jenis file Vector grafik (*.dwg) yang sejenis dengan (*.cdr *.wmf *.ai dll), sedangkan Photoshop memiliki jenis file raster image (*.psd) yang sejenis dengan (*.jpg *.tif *.bmp dll)

Vektor grafik memiliki kemampuan editing yang baik tanpa kehilangan kualitas/ketajaman gambar, sedangkan raster image dalam pengolahannya dapat terjadi pengurangan kualitas/ketajaman gambar.

oleh karenanya pada jenis file photoshop, untuk melakukan editing, dibutuhkan source file yang memiliki resolusi cukup tinggi agar dapat diolah dengan mudah dan menghasilkan hasil editing yang baik.

Biasanya, hasil gambar AutoCAD yang akan dikombinasikan dengan editing di Photoshop, harus di konversi ke jenis file raster image dengan resolusi yang cukup tinggi, misalnya file JPG (*.jpg)

Langkah yang dapat dilakukan yaitu :
  1. Klik tab layout

  2. set untuk awal tipe plotter "DWF e-plot" untuk memunculkan pilihan berbagai macam tipe kertas

  3. set ukuran kertas yang cukup bear A3/A2/A1 tergantung kebutuhan ketajaman editing di Photoshop.

  4. Ubah tipe printer dari "DWF e-plot" menjadi "Publish to JPG", akan muncul dialog yang menanyakan konversi ukuran kertas menjadi ukuran pixel, pilihlah custom size

  5. Ukuran kertas sudah di konversi menjadi ukuran pixel. Anda tinggal melakukan positioning gambar, mana yang akan dikonvert menjadi file raster image (*.jpg) melalui viewport.

  6. Lakukan proses Print. selanjutnya AutoCAD akan menanyakan nama file *.jpg anda yang sudah memiliki resolusi gambar yang cukup tinggi.


  7. selanjutnya anda bisa melakukan editing di Photoshop.


Selamat Mencoba!
(c) 2009 Nurul Fikri Computer